Kecam Intoleransi Charlie Hebdo, Pemimpin Katolik AS: “Muslim Berhak Marah”

Bill Donohue-2-jpeg.image
Bill Donohue

SALAM-ONLINE: Serangan maut terhadap majalah peleceh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Charlie Hebdo, di Paris, mendapat tanggapan dari Presiden Liga Katolik Amerika, Bill Donohue.

Menurut Donohue, kasus penyerangan tersebut, adalah kesalahan pihak penerbit yang bersangkutan.

Dalam sebuah artikel yang berjudul “Muslim Berhak untuk Marah”, seperti dikutip Islampos, Kamis (8/1), pemimpin Katolik AS itu mengecam “intoleransi” yang diusung oleh Charlie Hebdo, apalagi setelah berulang kali menggambarkan secara buruk sosok yang sangat dimuliakan umat Islam. Menurutnya, hal itu jelas memprovokasi penembakan massal hari Rabu (7/1/2014) lalu.

Donahue menyatakan bahwa editor Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier sangat buruk. “Ia tidak memahami peran yang dimainkannya hingga berimbas pada kematiannya yang tragis,” ujar Donahue seperti dilansir New York Daily News.

Charbonnier ditembak mati bersama dengan sembilan rekan kerjanya. Dua petugas polisi juga terbunuh di luar kantor redaksi Charlie Hebdo.

“Apa yang terjadi di Paris tidak bisa ditoleransi,” kata Donohue. “Tapi kita juga tidak bisa mentoleransi jenis provokasi sebagai reaksi kekerasan ini.”

Baca Juga

Donohue secara khusus menyalahkan editor majalah Charlie Hebdo yang berulang kali memvisualkan Nabi Muhammad, dan itu menentang hukum Islam.

“Mereka yang bekerja di surat kabar ini memiliki catatan yang panjang dan menjijikkan akan tokoh masyarakat,” katanya.

“Kalau dia tidak begitu narsis, ia mungkin masih hidup,” tulis Donahue soal Charbonnier sambil mengutip wawancara Charbonier dengan  Associated Press. Ketika itu Charbonier, sang pemimpin redaksi Charlie Hebdo, berkata “Muhammad tidak sakral bagi saya.”

“Saya tidak menyalahkan umat Islam untuk tidak merasa lucu akan kartun kami. Saya hidup di bawah hukum Prancis. Saya tidak hidup di bawah hukum Al-Quran,” dalih Charbonnier dengan berani ketika ia berusaha membela haknya akan kebebasan berbicara.

“Muhammad juga tidak sakral bagi saya, tapi saya juga tidak akan pernah sengaja menghina umat Islam dengan mencemari dia,” tandas Donohue. (sa/Islampos)

salam-online

Baca Juga