Aksi Massa Ormas Islam Surabaya: “Stop Bunuh Muslim”

Surabaya-Ormas Islam Demo Mapolrestabes Kota Surabaya Tuntut Densus 88 dibubarkanSURABAYA (SALAM-ONLINE): Kasus meninggalnya Siyono yang ditangkap Densus 88 pada Selasa (8/3) usai shalat Maghrib, mendapat reaksi keras dari ormas Islam di Surabaya.

Usai shalat Jumat (18/3), seperti dilansir pojokpitu.com, Jumat (18/3), ratusan massa yang tergabung dalam salah satu ormas Islam itu mendemo Mapolrestabes Surabaya. Massa menuntut agar Densus 88 dibubarkan, serta meminta pemerintah mengaudit dana organisasi “anti-teror” ini.

Massa menuntut Densus 88 dibubarkan, lantaran perlakuan dan tindakan anggota dari organisasi berlambang burung hantu itu dinilai tidak manusiawi. Fakta terbaru perilaku anggota Densus 88 yang tidak bisa diterima itu adalah kasus meninggalnya Siyono, salah satunya.

Dalam aksinya, massa tak hanya berorasi tapi juga melakukan teatrikal. Dalam teatrikal ini, massa menggambarkan tindakan  anggota Densus 88 saat melakukan penangkapan di berbagai daerah di Indonesia. Lantaran perlakuan yang tidak manusiawi, massa meminta pemerintah untuk mengaudit kembali dana bagi Densus 88, yang bernilai Rp 1,9 triliun.

Baca Juga

Aksi massa ormas Islam ini diakhiri dengan membakar keranda dan menyegel Mapolrestabes Surabaya, dengan stiker bertuliskan “Stop Bunuh Muslim”, “Bubarkan Densus 88”. Usai melakukan aksinya di Mapolrestabes Surabaya, ratusan massa Islam ini melanjutkan aksinya di Gedung DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura. (s)

Sumber: pojokpitu.com

Baca Juga