Serang Permukiman dan Bunuh 2 Anak, Rezim Asad Kembali Langgar Kesepakatan De-Eskalasi

SALAM-ONLINE: Rezim Basyar Asad terus melanggar kesepakatan zona de-eskalasi (penurunan tingkat serangan) yang dicapai dengan pejuang oposisi pada Sabtu (6/5/2017) lalu. Rezim Asad menyerang daerah permukiman dan membunuh warga sipil di banyak daerah yang dikuasai oposisi, termasuk kota dan desa pedesaan utara Homs.

“Pasukan teroris Asad mengepung desa al-Hashemiyya di desa utara Homs dengan menggunakan artileri berat yang dikeluarkan dari resimen Asad al-Handaseh. Serangan tersebut merenggut nyawa dua anak dan melukai banyak warga sipil pada Sabtu (13/5),” koresponden Orient-News Saif al-Ahmad melaporkan, Ahad (14/5).

Kawasan perumahan di kota Talbiseh di daerah pedesaan Homs juga menjadi sasaran artileri pasukan Asad dari pos pemeriksaan Mallouk di pinggiran kota. Banyak anak terluka parah akibat serangan artileri dan roket tersebut.

Beberapa foto dan rekaman yang dikirim oleh koresponden Orient-News dari Talbiseh dan al-Houla menunjukkan warga sipil yang diserang mengalami keadaan yang menyedihkan saat beberapa anak dirawat di rumah sakit darurat di kota tersebut.

Pasukan teroris Asad telah melanggar kesepakatan zona de-escalation setidaknya 52 kali di daerah pedesaan Homs, seperti dilansir Orient-News.

Baca Juga

Kesepakatan tersebut mengatakan bahwa empat zona de-eskalasi akan didirikan di Suriah untuk jangka waktu enam bulan yang dapat diperpanjang jika ketiga negara penandatangan, Turki, Rusia dan Iran sepakat.

Kesepakatan tersebut juga mencakup menciptakan kondisi untuk akses kemanusiaan, bantuan medis dan kembalinya penduduk sipil yang terlantar. (EZ/salam-online)

Sumber: Orient-News

Baca Juga