Anak-anak Khashoggi Minta Jasad Ayah Mereka Diserahkan kepada Keluarga

SALAM-ONLINE: Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Ahad (4/11/2018), anak-anak wartawan yang dibunuh, Jamal Khashoggi, menyampaikan permohonan emosional mereka agar jenazah sang ayah diserahkan/dikembalikan kepada keluarga mereka.

Dalam wawancara pertama mereka sejak ayah mereka dibunuh, seperti dilansir kantor berita Anadolu, Senin (5/11), Salah dan Abdullah Khashoggi mengatakan bahwa beberapa pekan terakhir adalah hari-hari yang menyakitkan bagi mereka karena mereka terus menunggu informasi lebih lanjut tentang kematian sang ayah.

Khashoggi, seorang jurnalis dan kolumnis asal Saudi untuk The Washington Post, ‘menghilang’ pada 2 Oktober lalu setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen rencana pernikahannya dengan wanita Turki.

Begitu berada di dalam gedung konsulat, dia dicekik dan kemudian tubuhnya dipotong-potong (dimutilasi), menurut kantor Kejaksaan Istanbul.

Tanpa jasad Khashoggi, keluarga mereka tidak dapat memakamkan jenazahnya, kata kedua putra jurnalis terkemuka tersebut.

“Semua yang kami inginkan sekarang adalah menguburnya di Al-Baqi (pemakaman) di Madinah bersama anggota keluarga yang lain,” kata Salah kepada CNN.

Menurut Salah dan Abdullah, ayah mereka disalahtafsirkan karena alasan politik.

Dalam sebuah wawancara dengan Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat Timur Tengah Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, dan penasihat keamanan nasional, John Bolton, Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) menyebut Khashoggi simpatisan Ikhwanul Muslimin dan seorang Muslim yang berbahaya.

“Ini hanya label dan orang-orang tidak mengerjakan pekerjaan rumah mereka dengan benar. Lebih mudah untuk menempelkan label padanya,” kata Abdullah dalam menanggapi klaim MBS ini.

“Jamal tidak pernah menjadi seorang pembangkang. Dia percaya pada monarki (kerajaan, red) bahwa itu adalah hal yang membuat negara ini bersatu. Dan dia percaya pada transformasi yang sedang terjadi,” kata Salah.

“Sumber kami adalah sumber yang sama yang Anda miliki. Ini adalah misteri. Ini menempatkan banyak beban pada kita-kita semua. Bahwa setiap orang mencari informasi sama seperti kita. Mereka berpikir bahwa kita memiliki jawaban. Dan sayangnya kami tidak (memiliki),” ujar Salah.

Saudara kandungnya, Abdullah, yang tinggal di Uni Emirat Arab (UEA), mengatakan ia adalah anak terakhir Khashoggi yang bertemu dengan ayahnya di Turki. Dia pergi ke Turki pada September 2018 lalu untuk mengunjungi Khashoggi dan calon istrinya, Hatice Cengiz.

“Dia bahagia. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi saya untuk melihatnya. Kami nongkrong di Istanbul, kami bersenang-senang,” kata Abdullah. “Aku benar-benar beruntung memiliki momen terakhir bersamanya. Aku merasa sangat bersyukur.”

Kematian Khashoggi adalah sesuatu yang tidak biasa. Oleh karenanya, kata Abdullah, saudara-saudaranya tidak hanya berduka cita, tetapi juga dalam kebingungan.

“Itu sulit, itu tidak mudah. ​​Terutama ketika cerita menjadi sebesar ini. Ini tidak mudah, itu membingungkan. Bahkan cara kita bersedih, itu agak membingungkan,” ujar Abdullah. “Pada saat yang sama kami mencoba untuk mendapatkan potongan-potongan cerita. Ini membingungkankan dan sulit. Ini bukan situasi normal dan kematian yang normal,” lanjutnya.

“Aku masih tidak percaya dia sudah tiada. Beban emosional yang datang dengan teka-teki, sangat besar,” kata Salah.

Salah mengatakan dia sedang menunggu penyelidikan untuk disimpulkan, untuk kebenaran, dan percaya pada Raja Saudi Salman bin Abdelaziz.

“Raja telah menekankan bahwa semua orang yang terlibat akan dibawa ke pengadilan. Dan saya memiliki keyakinan akan hal itu. Ini akan terjadi. Jika tidak, Saudi tidak akan memulai penyelidikan internal,” Salah menyatakan keyakinannya. (mus)

Sumber: Anadolu Agency

Baca Juga