Muslim Belanda Luncurkan Platform Nasional untuk Memantau Serangan terhadap Masjid.

SALAM-ONLINE.COM: Sebuah organisasi payung Muslim terkemuka di Belanda telah meluncurkan platform pelaporan berskala nasional untuk mendokumentasikan serangan, ancaman, dan vandalisme yang menyasar masjid serta lembaga Islam lainnya. Langkah ini bertujuan mengatasi masalah minimnya pelaporan dan mendorong pihak berwenang untuk mengambil tindakan lebih tegas terhadap diskriminasi anti-Muslim.
Contact Body for Muslims and Government (CMO), yang mewakili komunitas Muslim di Belanda, menyatakan bahwa masjid dan organisasi Islam di seluruh negeri kini dapat melaporkan berbagai insiden melalui Pusat Pelaporan Nasional untuk Insiden terhadap Lembaga Islam yang baru dibentuk tersebut.
Ketua CMO, Muhsin Köktaş, mengatakan kepada Anadolu, Jumat (18/9/2026) bahwa saluran pelaporan yang ada selama ini hanya menerima sedikit pengaduan, padahal terdapat kekhawatiran mengenai serangan dan diskriminasi yang berdampak pada komunitas Muslim.
“Kami yakin hal ini memberikan cara yang lebih mudah, lebih terlihat, dan lebih mudah diakses bagi komunitas kami untuk melaporkan insiden,” ujar Köktaş.
Ia mengatakan bahwa pihak masjid sering kali hanya menerima sedikit informasi mengenai perkembangan setelah mereka melaporkan kejadian kepada pihak berwenang. Melalui platform baru ini, CMO berencana menghubungi lembaga-lembaga yang terdampak serangan atau kerusakan properti, membantu memastikan kelengkapan berkas laporan mereka, serta mendampingi mereka dalam menindaklanjuti laporan tersebut.
Inisiatif ini juga bertujuan menyediakan data yang lebih akurat bagi organisasi-organisasi Muslim mengenai skala dan karakteristik insiden yang terjadi di seluruh Belanda.
Köktaş menyebutkan bahwa pihak kepolisian Belanda juga telah menyatakan kekhawatiran serupa, yakni bahwa kasus diskriminasi—termasuk serangan yang menyasar masjid—banyak yang tidak dilaporkan (mengalami *under-reporting* secara signifikan).
CMO berencana menyusun statistik berdasarkan laporan yang masuk ke platform tersebut dan mencantumkan temuannya dalam laporan tahunan. Organisasi ini juga akan memaparkan data tersebut dalam pertemuan dengan berbagai instansi pemerintah, termasuk Kementerian Kehakiman dan lembaga-lembaga yang menangani isu diskriminasi.
Menurut Köktaş, adanya dokumentasi kasus yang lengkap akan memperkuat desakan agar pemerintah mengambil tindakan nyata, termasuk langkah-langkah hukum dan pemberian perlindungan tambahan bagi lembaga-lembaga Islam.
“Salah satu tujuannya adalah memperkuat posisi kami dalam diskusi dengan pihak terkait di Belanda mengenai diskriminasi anti-Muslim,” ujarnya.
Menurut Köktaş, kepolisian Belanda menyambut baik pembentukan platform daring tersebut, namun menegaskan bahwa para korban harus tetap melaporkan insiden secara langsung kepada pihak berwenang.
CMO akan mendorong pelapor untuk mendokumentasikan insiden dengan baik dan menyerahkan bukti pendukung kepada polisi. Laporan yang diterima melalui platform tersebut juga akan diverifikasi dengan pengurus masjid dan perwakilan organisasi Islam lainnya guna menjaga keandalan sistem, katanya.
Köktaş menyebutkan bahwa 414 kasus diskriminasi anti-Muslim dilaporkan kepada kepolisian Belanda pada tahun 2025, termasuk 20 insiden yang melibatkan masjid secara langsung.
Masjid-masjid di seluruh Belanda juga menyoroti masalah diskriminasi dalam khotbah salat Jumat, tambahnya.
Köktaş menegaskan bahwa diskriminasi tidak terbatas pada ancaman atau kekerasan yang terang-terangan, tetapi juga dapat terjadi secara lebih terselubung dalam situasi seperti wawancara kerja dan kehidupan sehari-hari; ia juga memperingatkan agar perilaku diskriminatif tidak dibiarkan menjadi hal yang dianggap lumrah dalam masyarakat Belanda. (ib)