Tobat dari Dosa Muamalah dengan Istihlal dan Sedekah

Catatan M. Reza Prima Matondang (Pimpinan Pondok Pesantren KH. Ibrahim)

SALAM-ONLINE.COM: Kita sering kali merasa bahwa dosa hanya terjadi dalam urusan ibadah. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melakukan banyak kesalahan melalui muamalah: dalam jual beli, utang-piutang, akad kerja sama, pemberian upah, transaksi online, bahkan dalam mengambil keuntungan dari orang lain.

Kadang kita tidak sadar bahwa ada hak orang lain yang terambil. Ada akad yang tidak jelas, informasi yang tidak disampaikan secara sempurna, janji yang tidak ditepati, barang yang cacat tetapi tidak dijelaskan, atau transaksi yang mengandung unsur yang seharusnya kita hindari.

Karena itu, selain memperbaiki kesalahan secara langsung, perbanyaklah sedekah dan amal saleh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ»

“Sedekah dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api.”

Hadis ini memberikan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat indah: jangan biarkan kesalahan terus menumpuk tanpa diikuti dengan amal kebaikan.

Kita mungkin tidak mampu mengingat seluruh kesalahan muamalah yang pernah kita lakukan. Bisa jadi dahulu kita pernah salah dalam akad, kurang jujur dalam berdagang, terlambat membayar hak orang lain, mengambil keuntungan yang tidak semestinya, atau melakukan transaksi yang ternyata mengandung persoalan syariah.

Maka, mari kita perbaiki.

Jika hak orang lain masih ada, kembalikan hak tersebut. Jika ada akad yang harus diperbaiki, perbaiki akadnya. Jika ada keuntungan yang tidak halal, lepaskan dan selesaikan sesuai ketentuan syariah. Jika pernah menzalimi seseorang, minta maaf dan selesaikan haknya.

Kemudian, perbanyak sedekah.

Sedekah bukan berarti kita boleh melakukan kesalahan lalu cukup menggantinya dengan bersedekah. Tidak demikian. Hak manusia tetap harus diselesaikan kepada manusia yang berhak.

Baca Juga

Namun, ketika kita sungguh-sungguh bertaubat dan berusaha memperbaiki kesalahan, sedekah menjadi salah satu bentuk amal saleh yang sangat besar nilainya. Ia menjadi jalan untuk membersihkan diri dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Apalagi dalam muamalah, kita tidak pernah tahu berapa banyak kekeliruan yang mungkin terjadi sepanjang hidup kita.

Maka jangan hanya bertanya:

“Berapa banyak harta yang sudah saya kumpulkan?”

Tetapi tanyakan juga:

“Berapa banyak hak orang lain yang sudah saya tunaikan?”

Dan:

“Berapa banyak kebaikan yang sudah saya berikan kepada orang lain?”

Mari kita biasakan bersedekah. Bukan karena kita merasa sudah bersih dari dosa, tetapi justru karena kita sadar bahwa kita adalah manusia yang sering salah dan membutuhkan ampunan Allah.

Sebagaimana air memadamkan api, semoga sedekah yang kita keluarkan dengan ikhlas menjadi sebab Allah memadamkan kesalahan-kesalahan kita, membersihkan harta kita, dan memberkahi kehidupan kita.

Perbaiki muamalahnya. Tunaikan hak manusia. Bertaubat kepada Allah. Dan perbanyak sedekah.

Semoga Allah menjadikan harta yang kita miliki sebagai harta yang halal, baik, berkah, dan menjadi jalan menuju keselamatan di dunia dan akhirat. []

Baca Juga