Menlu Turki: ‘Israel’ Berupaya Kacaukan Stabilitas Suriah Melalui Serangan Berulang

Menteri Luar Negeri Suriah Asa’ad Hassan al-Shaibani menggelar konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan di Damaskus, Suriah, pada 13 September 2026. (Reuters)

SALAM-ONLINE.COM: Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyebut “Israel” berupaya mengacaukan stabilitas Suriah melalui serangan-serangan berulang terhadap negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan saat ia berkunjung ke Damaskus, di mana mitranya dari Suriah, Asa’ad al-Shaibani, menyatakan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada jalur diplomasi karena memahami konsekuensi dari perang.

Bulan lalu, “Israel” membombardir pangkalan udara Abu Duhur yang sudah tidak beroperasi di barat laut Suriah, dengan dalih ingin mencegah pengerahan pasukan Turki ke ke pangkalan tersebut. Ankara sendiri telah membantah adanya kunjungan pasukan negaranya ke lokasi itu.

“Di saat Suriah menawarkan begitu banyak harapan bagi kawasan dan dunia, tiba-tiba ada pihak yang berupaya mengacaukan stabilitas negara ini,” ujar Fidan dalam konferensi pers bersama, Ahad (13/9/2026).

“Anda tahu siapa pihak tersebut: ‘Israel’,” tambahnya.

Fidan mengatakan, “Kebijakan yang dijalankan ‘Israel’ merupakan hambatan paling serius bagi arah perkembangan positif ini. Serangan terhadap pangkalan udara militer Abu Duhur adalah salah satu contoh terbarunya.”

“Israel” telah melancarkan ratusan serangan di Suriah sejak tergulingnya penguasa lama, Basyar Assad, pada Desember 2024.

Assad digulingkan pasukan yang dipimpin oleh sosok yang kini menjabat sebagai Presiden, Ahmad al-Sharaa, yang mendapat dukungan dari Turki.

“Israel” telah mengerahkan pasukan ke zona penyangga yang dipatroli PBB, yang selama ini memisahkan pasukan penjajah itu dengan Suriah di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi oleh “Israel”.

Baca Juga

“Israel” juga kerap menerobos lebih jauh ke dalam wilayah Suriah. Para pejabatnya menyatakan niat untuk tetap menempatkan pasukan di wilayah Suriah.

“Israel” dan Suriah telah mengadakan beberapa putaran pembicaraan langsung. Yang terbaru berlangsung bulan lalu di Yordania setelah serangan ke Abu Duhur.

Shaibani mengatakan serangan itu menyampaikan pesan destruktif yang bertujuan melemahkan upaya pembangunan negara Suriah.

“Serangan tersebut tidak memiliki pembenaran yang sah maupun dasar hukum,” tambah Shaibani, seraya menegaskan bahwa hal itu tidak memengaruhi hubungan Suriah-Turki.

Shaibani menyatakan bahwa sikap Damaskus terhadap eskalasi yang dilakukan “Israel” adalah tegas dan tak tergoyahkan. Ia menekankan agar “Israel” menarik diri dari wilayah-wilayah yang secara ilegal mereka masuki setelah jatuhnya Assad.

Turki merupakan pendukung kuat pemerintah Suriah.

Fidan mengatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diperkirakan akan segera mengunjungi Suriah, namun tidak menyebutkan tanggal pastinya. (ib)

Sumber: AFP

Baca Juga