Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah Kirim Sinyal kepada Dunia Islam

SALAM-ONLINE.COM: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa melalui Kesepakatan Pertahanan Bersama Makkah yang baru, negara-negara anggotanya—yaitu Turki, Arab Saudi, dan Pakistan—telah mengambil langkah untuk mengirimkan sinyal kepada dunia Islam.
Saat berbicara dalam sebuah acara khusus bersama kaum muda di provinsi Samsun, Turki utara, Erdogan menyatakan bahwa kesepakatan yang ditandatangani bulan lalu itu sedang mengarah pada “perkembangan positif”.
“Arab Saudi, Pakistan, dan Turki bersatu dan mengambil langkah ini. Melalui langkah tersebut, mari kita kirimkan sinyal kepada dunia Islam. Ada perkembangan positif, dan kita akan berhasil dalam upaya ini,” ujarnya dalam pernyataan yang dirilis pada
Senin (14/9/2026) sebagaimana dilansir Anadolu.
Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan mengenai seruannya yang telah lama digaungkan, yakni bahwa “dunia lebih besar daripada lima”—sebuah ungkapan yang merujuk pada lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu AS, Inggris, Prancis, Rusia dan China. Lembaga dunia yang selama ini dikritik Erdogan karena dianggap tidak representatif dan tidak adil.
Ia kembali menegaskan seruannya untuk mereformasi sistem internasional, seraya menyatakan bahwa Turki akan terus memperjuangkan “dunia yang lebih adil”.
Dunia Islam Hadapi ‘Kesulitan Serius’
Menyoroti perkembangan di Selat Hormuz dan wilayah lain di kawasan Teluk, Erdogan menyatakan bahwa dunia Islam sedang menghadapi tantangan-tantangan serius.
“Kami terus memantau situasi yang terjadi di Selat Hormuz. Dan bukan hanya apa yang terjadi di Selat Hormuz; terdapat kesulitan serius di banyak bagian wilayah Teluk,” ujarnya.
“Turki berpendapat bahwa kita harus segera mengatasi kesulitan yang dihadapi dunia Islam. Untuk mengatasinya, Turki telah dan akan terus memberikan dukungan penuh bagi kawasan ini,” kata Erdogan.
“Kita tidak bisa memandang masalah ini sebelah mata, karena harapan yang ditujukan kepada Turki sangatlah besar,” tambahnya.
Presiden Turki itu juga mengatakan bahwa Ankara berhasil menjaga keamanan negaranya dari konflik dan krisis yang melanda kawasan sekitarnya.
“Di masa sulit ketika kawasan kita sedang didera krisis, perang, dan konflik, kami berhasil menjauhkan bangsa kita dari bahaya-bahaya tersebut,” ujar Erdogan.
Ia menambahkan bahwa Turki telah mencapai kemajuan signifikan di berbagai bidang, meskipun terdapat ketidakstabilan di wilayah-wilayah sekitarnya.
KTT NATO Juli Lalu dan Konferensi Perubahan Iklim PBB Mendatang
Beralih ke KTT NATO di Ankara pada Juli lalu, Erdogan mengatakan bahwa Türki memberikan cendera berupa senjata buatan perusahaan pertahanan milik negara, Mechanical and Chemical Industry Corporation (MKE), kepada para pemimpin yang berkunjung.
“Kami ingin mempersembahkan produk buatan Türki sendiri kepada mereka,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa para pemimpin tersebut merasa senang dengan hadiah-hadiah itu.
Erdogan juga menyampaikan bahwa persiapan sedang dilakukan untuk KTT Perubahan Iklim PBB COP31, yang rencananya akan diselenggarakan oleh Türki di kota resor Antalya, kawasan Mediterania.
“Insya Allah, kami akan menggelar COP31 di Antalya. Persiapan sedang berjalan,” katanya, seraya menambahkan bahwa Türki telah bekerja sama dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan pihak PBB dalam melakukan persiapan tersebut.
Erdogan menyebutkan bahwa inisiatif nol-limbah Türki, yang dipelopori oleh Ibu Negara Emine Erdogan, juga telah mendapat pengakuan luas di lingkungan PBB sebagai langkah yang ramah lingkungan. (is)