Serang Makkah dengan Pesawat Nirawak, Aksi Teror Houthi Yaman Banjir Kecaman

SALAM-ONLINE.COM: Arab Saudi mengecam upaya serangan pesawat nirawak (drone) kelompok Syiah Houthi Yaman yang menargetkan Makkah. Kementerian Luar Negeri Saudi menyebutnya sebagai “serangan pengecut” dan mendesak masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap milisi yang didukung Iran tersebut.
Serangan keji pada Selasa (15/9/2026) malam ini menuai banjir kecaman dari berbagai penjuru kawasan dan dunia internasional.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Rabu (16/9) seperti dilansir Al Arabiya menyatakan bahwa serangan itu merupakan kelanjutan dari “praktik teroris” Houthi. Ditegaskan kembali hak Kerajaan untuk mengambil segala langkah yang diperlukan demi menjaga keamanan dua situs paling suci umat Islam, serta wilayah, warga negara, dan penduduknya.
Riyadh juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengecam serangan Houthi ini dan mengambil sikap tegas terhadap milisi tersebut, termasuk terkait ancaman terhadap kebebasan navigasi.
Menurut koalisi pimpinan Saudi di Yaman, sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi yang berupaya memasuki wilayah udara Makkah pada Selasa (15/9) malam.
Koalisi tersebut menyatakan bahwa drone musuh itu dicegat di sebelah selatan Makkah. Dikatakan, upaya serangan terhadap kota suci tersebut sebagai “noda hitam” dalam rekam jejak pelanggaran kelompok Syiah Houthi.
“Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah adalah garis merah,” tegas koalisi tersebut, seraya memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil “langkah-langkah yang diperlukan dan memberikan efek jera” terhadap Houthi.
Koalisi tersebut menyatakan bahwa insiden Selasa malam itu merupakan upaya kedua Houthi dalam menargetkan Makkah, menyusul upaya serangan rudal balistik pada tahun 2017.
Upaya serangan tersebut menuai kecaman luas dari negara-negara Teluk dan Arab.
Qatar menyebut upaya penargetan Makkah itu sebagai “tindakan agresi yang tercela” dan eskalasi yang sangat berbahaya, seraya menyatakan bahwa tindakan yang membahayakan kota suci tersebut telah melanggar “segala batas toleransi” dan merupakan bentuk “provokasi terang-terangan”.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan solidaritas terhadap Arab Saudi serta dukungan atas langkah-langkah yang diambil Kerajaan tersebut demi melindungi keamanan dan integritas wilayahnya. Pihaknya juga menyatakan keyakinan penuh terhadap kemampuan Riyadh dalam menjaga dua situs paling suci umat Islam tersebut.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem al-Budaiwi, mengecam upaya serangan tersebut sebagai “tindakan teroris” dan provokasi yang melukai perasaan umat Muslim di seluruh dunia.
Al-Budaiwi mengatakan bahwa serangan itu merupakan eskalasi sangat berbahaya yang “melampaui segala batas” dan menuntut respons internasional yang tegas serta memberikan efek jera.
Ia menyatakan bahwa keenam negara anggota GCC bersatu mendukung Arab Saudi dan mendukung langkah-langkah yang diambil Kerajaan tersebut sebagai tanggapan atas peristiwa itu.
Bahrain juga mengecam eskalasi serangan Houthi dan menyatakan solidaritas penuh terhadap Arab Saudi.
Bahrain menyatakan bahwa penargetan situs-situs suci merupakan pola perilaku yang terus berulang dari kelompok Syiah Houthi—bukan sekadar insiden terisolasi—dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil sikap tegas guna menghentikan serangan milisi tersebut.
Mesir juga mengecam upaya serangan terhadap Mekkah dan menolak segala tindakan yang mengancam keamanan Arab Saudi.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan dukungan Kairo bagi Kerajaan tersebut dalam setiap langkah yang diambil untuk menjaga kedaulatan dan keamanannya.
Liga Arab juga mengecam upaya serangan pesawat nirawak (drone) tersebut, seraya memperingatkan bahwa eskalasi berkelanjutan oleh kelompok Houthi memperparah ketegangan di kawasan.
Yordania dan Kuwait secara terpisah mengecam upaya penargetan Makkah menggunakan drone Houthi.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras upaya serangan tersebut dan menyatakan bahwa negaranya berdiri “teguh dan dalam semangat solidaritas” bersama Arab Saudi.
Sharif memuji apa yang disebutnya sebagai “kewaspadaan luar biasa” angkatan bersenjata Saudi serta menyatakan dukungan Pakistan bagi Kerajaan tersebut dalam mempertahankan keamanan dan kesucian Dua Masjid Suci.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga mengecam insiden tersebut, dengan menyatakan bahwa segala upaya untuk menargetkan Makkah adalah hal yang “sama sekali tidak dapat diterima”. (is)