Aksi HMI MPO di Depan Istana: 20 Tahun Reformasi Gagal Total

Akasi mahasiswa HMI MPO di depan istana negara. (Foto: Hamdi Putra/Warta Kota)

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Himpunan Mahasiswa Islam MPO (HMI MPO) cabang Jakarta, Senin (21/5/2018) menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, dengan tema ‘Refleksi 20 tahun Reformasi: Jokowi Pemimpin Haram’.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menilai, pada kurun waktu 20 tahun, reformasi sudah gagal total. Massa HMI MPO juga menganggap di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo Indonesia memiliki segudang masalah.

Hal ini, menurut massa demonstran, terlihat dari ketidakmampuan negara dalam menjaga stabilitas ekonomi, anjloknya nilai tukar rupiah serta membengkaknya utang negara. Parahnya lagi, hal itu pun diikuti oleh problem lain seperti janji nawacita yang tidak ada realisasinya, kebijakan impor beras dan garam, persoalan tenaga kerja asing yang membanjiri Indonesia hingga aksi teror yang tidak mampu diatasi oleh negara.

“Ini menunjukkan Presiden Jokowi tidak cakap menunjuk orang-orang yang kompeten di bidangnya seperti Menkopolhukam Wiranto, Kepala BNPT Suhardi Alius, Kapolri Jenderal Tito Karnavian serta Kepala BIN Budi Gunawan,” kata Ketua Ketua HMI MPO Cabang Jakarta Al Azhar Musa kepada wartawan. Senin (21/5).

Fatalnya lagi, ujar Al Azhar, Presiden Jokowi tidak mampu memenuhi janji politiknya, bahkan ingkar janji.

“Maka kami HMI MPO Cabang Jakarta mengharamkan orang munafik untuk memimpin republik ini,” tegasnya.

Selain meneriakkan ‘Jokowi Pemimpin Haram’, peserta aksi juga membakar ban. Ratusan aparat kepolisian yang bersiaga di lokasi langsung turun tangan untuk memadamkan api.

Namun, lantaran para mahasiswa tidak terima dengan tindakan polisi itu, maka mereka balik menyerang dengan menggunakan bambu. Bentrok pun tak terhindarkan.

Aksi di depan Istana Negara itu pun ricuh. Setidaknya, 7 mahasiswa dilarikan ke rumah sakit Tarakan dan masuk ruang IGD.

Ketujuh mahasiswa itu adalah Al Azhar Musa (Ketua Cabang HMI MPO Jakarta), Irfan Maftuh (Korlap Aksi/ketua umum Front Nasional MPI), Arnol (HMI MPO), Ahmad Kerley (HMI MPO), Alfian (HMI MPO), Arif Ibnu Halim (HMI MPO) dan Lucky Mahendra (HMI MPO).Pengurus HMI MPO Cabang Jakarta dan Front Nasional MPI (FN-MPI), dalam rilisnya, mengutuk keras atas perlakuan kekerasan yang dialami ketujuh mahasiswa tersebut.

Sementara dalam unjuk rasa tersebut mahasiswa HMI MPO menyatakan sikapnya:

Pertama, menuntut Jokowi-JK untuk mundur dari Jabatannya karena dinilai gagal menjalankan tugasnya dan telah berlaku “munafik”. Kedua, meminta anggota DPR RI untuk segera mengevaluasi kepemimpinan Jokowi-JK.

Ketiga, meminta anggota MPR untuk mencabut mandat Jokowi-JK. Keempat,
mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan dalam rangka mendesak Jokowi-JK turun dari Jabatannya. (*)

Baca Juga