Shalat Idul Adha di Antara Reruntuhan, Warga Lombok Tetap Tegar

Shalat Idul Adha di depan reruntuhan Masjid Muhajirin, Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (22/8/2018). (Foto: Ahmad Jilul Qur’ani Farid/INA News Agency)

LOMBOK UTARA (SALAM-ONLINE): Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB, merupakan sebuah wilayah terparah terdampak gempa Lombok yang terjadi sejak Ahad (29/7/2018) lalu.

Hampir seluruh rumah warga ambruk, bahkan Masjid Muhajirin di Dusun Boyotan Proyek ikut rata dengan tanah. Namun hal itu tak menyurutkan warga untuk melaksanakan shalat Idul Adha pada Rabu (22/8) meski digelar di jalanan depan Masjid Muhajirin yang hancur.

Tokoh Masyarakat dan Mantan Kepala Desa Gumantar, Hamid, mengatakan meski Idul Adha kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, masyarakat harus tetap tegar dalam menghadapi segala cobaan.

“Kami berterimakasih kepada para relawan yang telah membantu dan mendampingi kami sehingga kami bisa tetap tegar meski ujian gempa ini begitu berat,” ungkapnya kepada INA News Agency, Rabu (22/8).

Sementara Khatib Shalat Idul Adha di dekat reruntuhan Masjid Muhajirin, Ustadz Husni Faisal dalam khutbahnya menyampaikan bahwa gempa yang meruntuhkan rumah warga ini adalah ujian keimanan.

“Gempa ini terjadi untuk menguji kekuatan iman kita, agar kita berprinsip tak lupa saat senang dan tidak putus asa saat menderita,” ujarnya.Selain mengimbau untuk menguatkan keimanan, Ustadz Husni juga menyampaikan kepada warga Desa Gumantar agar menguatkan kekuatan lain sebagai seorang Muslim.

“Kita juga harus punya kekuatan akhlak yang mulia. Bila akhlak lenyap, maka lenyaplah suatu bangsa. Juga kita harus punya kekuatan ilmu dan ekonomi. Pasca gempa ini kita harus bangkit,” tegas Ustadz Husni. (A. Jilul Qur’ani Farid/INA)

Baca Juga